Support

Rabu, 02 Maret 2016

Filled Under: , , , , ,

Makanan Kuliner Khas Wisata Papua

Wisata Papua .com #wisatapapua 


Papeda atau Bubur Sagu
Foto: wikipedia.org



Papua adalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur West New Guinea. Membicarakan tentang Papua, tentu tidak lengkap tanpa kuliner Makanan Khas Papua.

Seperti daerah-daerah di Indonesia yang lainnya, Papua juga menyimpan kuliner yang wajib kamu coba jika berkunjung ke sana. Apa saja makanan khas Papua? Berikut informasinya.

Kuliner Khas Papua

1. Papeda atau bubur sagu

Sagu adalah salah satu makanan asli khas Papua dan Maluku yang memiliki tekstur yang kenyal-kenyal jika sudah dimasak. Banyak sekali makanan yang bisa dihasilkan dari tepung sagu. Salah satunya adalah Papeda.


Papeda atau bubur sagu merupakan makanan pokok masyarakat Papua dan Maluku yang  terdapat di hampir semua daerah di Maluku dan Papua. Papeda dibuat dari tepung sagu, tepung sagu sendiri dibuat dengan cara menekok batang pohon sagu atau rumbai. Pohon yang bagus untuk dibuat sagu adalah pohon yang berumur antara 3-5 tahun. Mula-mula pokok sagu dipotong. Lalu bonggolnya diperas hingga sari patinya keluar. Dari sari pati ini diperoleh tepung sagu murni yang siap diolah. Tepung sagu kemudian disimpan didalam alat yang disebut tumang.

Papeda diolah sehingga menyerupai bubur, berwarna putih dan bertekstur lengkat hingga menyerupai lem. Rasa asli dari papeda adalah hambar. Papua bianya dimakan dengan ikan seperti tongkol atau mubara yang dimasak dengan kunyit sehingga kadang kuahnya berwarna kuning.

Papeda dimakan bersama kuah ikan kuning. Yang membuat cita rasa papeda mantap adalah kuah ikannya. Cara mengambil Papeda menggunakan sumpit, sendok atau garpu yang dipegang oleh kedua tangan, diputar dengan cepat sehingga menyerupai gulungan, terputus dari Papeda yang ada dimangkok, kemudian dituang dalam piring, serta diberi kuah ikan kuning.  


Jika kamu ingin membuat Papeda, berikut resepnya :

Resep membuat Papeda

Bahan :
- 100 gr tepung sagu
- 1000 cc air
-  ½ sdt garam
-  ½ sdt gula

Cara Membuat Papeda

1. Cairkan  tepung sagu dengan 300 cc air, tempatkan di panci.
2. Tambahkan garam dan gula.
3. Didihkan sisa air, 700 cc.
4. Tuang air mendidih tadi ke dalam panci yang berisi larutan.
5. Aduk sehingga sagu matang merata dan berwarna putih bening.

Bagi orang yang sudah terbiasa, cara memakan papeda sama seperti ketika kamu makan bubur ayam, atau bisa langsung diseruput. Namun bagi orang luar Maluku dan Papua, disarankan agar mengambil Papeda sedikit saja, langsung diberi kuah ikan kuning, didorong dan langsung ditelan tanpa dikunyah. Di dalam makanan ini terdapat serat yang banyak, rendah kolesterol dan bernutrisi.

2. Martabak Sagu 

Martabak yang berasa dari Kabupaten Fakfak ini berbeda dengan martabak yang biasa kita temui di daerah lain. Martabak sagu terbuat dari sagu yang dihaluskan kemudian digoreng dan diberi gula merah. 

3. Kue Sagu atau Bagea 

Kue Sagu atau Bagea adalah kue yang berasal dari papua, bahan dasar pembuatan kue ini adalah tepung sagu. Kue sagu ini agak keras saat digigit tetapi kalau sudah ada di dalam mulut atau di celup ke air akan cepat lunak atau lembek.

4. Sate Ulat Sagu Papua

Sate ulat sagu ini adalah makanan khas Raja Ampat. Sate Ulat Sagu Papua berbahan dasar ulat sagu sebesar jempol orang dewasa . Ulat Sagu didapatkan dari batang pohon sagu yang sudah tua. Ulat sagu ini diolah dengan cara dibakar hingga hampir mirip dengan sate.  Rasanya kenyal, gurih dan juga tinggi protein

5. Aunu senebre Papua

Aunu senebre adalah makanan yang dibuat dari bahan dasar ikan teri nasi yang dicampur dengan irisan daun talas. Makanan ini memiliki tekstur yang tidak kering. Daun talas yang diiris juga menambah rasa gurih dari aunu senebre. Di Papua makanan khas ini biasanya disantap dengan sepiring papeda atau umbu-umbian.

Resep Membuat Aunu Sanebre

Bahan :
-    100 gram ikan teri nasi
-    1 batang daun talas dan batangnya (diiris kecil-kecil)
-    100 gram kelapa parut kasar
-    ¼  sdt garam (secukupnya)
-    minyak sayur

Cara membuat Aunu Senebre

  • Teri nasi dicuci bersih, ditiriskan lalu digoreng dengan minyak sayur
  • Daun talas bersama batangnya dicuci, diiris kecil-kecil,direbus sampai matang, kemudian ditiriskan
  • Kelapa dikupas dibuang kulit hitamnya lalu diparut kasar
  • Campur ikan teri nasi yang sudah digoreng dengan daun talas dan batangnya yang sudah direbus, diaduk hingga rata, tambahkan garam secukupnya
  • Kukus kira-kira selama 25 menit dengan api sedang hingga matang.


6. Ikan Bakar Manokwari Khas Papua

Ikan bakar manokwari ini merupakan makanan khas masyarakat manokwari, Papua. Ikan bakar ini biasanya menggunakan ikan tongkol. Dalam penyajian Ikan Bakar Manokwari Khas Papua ini cukup berbeda dengan daerah lainya. Ikan bakar ini mempunyai rasa yang gurih ditambah dengan siraman sambal. Jika kamu ingin membuat Ikan Bakar Manokwari, berikut resepnya. 

Resep membuat Ikan Bakar Manokwari

Bahan :
1.    1 ekor ikan tongkol (pilih agak besar kira-kira berat ½ kg, agar lebih mantap)
2.    air perasan jeruk lemon atau jeruk nipis
3.    garam secukupnya

Bumbu tabur (sambal digiling kasar)
1.    10 butir bawang merah
2.    10 butir cabai rawit merah
3.    garam secukupnya
4.    gula pasir secukupnya

Cara membuat Ikan Bakar Manokwari :

1.    Ikan tongkol disiangi, dibersihkan biarkan utuh
2.    Campurkan air perasan jeruk lemon/nipis dan garam pada ikan tongkol, aduk-aduk sampai rata, lalu diamkan selama  ±10-15 menit (lebilama lebih baik agar bumbu meresap)
3.    Ikan tongkol dibakar di atas bara api arang, sambil dibolak-balik hingga matang.
4.    Sajikan tongkol 
5.    taburkan bumbu tabur (digiling kasar)
6.    Masakan Ikan Bakar Manokwari siap disajikan.

7. Anuve Habre Khas Papua

Anuve Habre terbuat dari ikan cakalang dengan daun talas. Ikan cakalang adalah sejenis ikan yang dagingnya kenyal. Anuve Habre Khas Papuamemiliki rasa agak asin, gurih ikan, sedikit asam. Biasanya disajikan bersama Papeda atau sebagai lauk makan. Jika kamu ingin membuatnya sendiri di rumah, berikut resepnya :

Resep Anuve Habre

Bahan : 
-    Daun talas secukupnya
-    1 ekor ikan cakalang
-    1 sdm garam (secukupnya)
-    1 sdt asam jawa, larutkan dengan 50 ml air, disaring


Cara Membuatnya :
1.  Daun talas dicuci bersih, lalu kukus sampai layu, kemudian ditiriskan.
2.  Ikan cakalang dipotong potong sedang
3.  Lumuri ikan dengan garam dan air asam. Diamkan selama 10 - 15 menit.
4.  Bungkus ikan dengan daun alas, lalu kukus hingga matang, angkat dan disajikan

8. Udang Selingkuh

Disebut udang selingkuh karena udang ini berbentuk udang namun memiliki tangan atau  capit seperti kepiting. Udangnya dianggap berselingkuh dengan kepiting. Udang ini sangat populer di wilayah Wamena, Papua Barat. Penyajian udang ini bisa dengan digoreng, dibakar atau direbus.

9. Sagu Lempeng

Sagu lempeng adalah salah satu jenis makanan yang proses pemasakannya dengan cara dibakar di dalam cetakan yang terbuat dari batu atau tanah liat yang disebut dengan forna. Awalnya, sagu diremas - remas, kemudian disangrai sehingga berbentuk butiran atau gumpalan tak beraturan, sehingga menghasilkan lempengan sagu berwarna kecokelatan. Namun saat ini, sagu lempeng tidak hanya berwarna kecokelatan saja, tapi ada juga yang berwarna merah muda. Sagu lempeng biasanya dimakan sebagai camilan ringan bersama dengan kopi atau pun teh. Rasanya agak sedikit keras, namun bisa menjadi agak lunak jika dicelupkan di kopi atau teh.

10. Ikan Bungkus Khas Papua

Sekilas bentuknya memang mirip dengan ikan pepes dan menggunakan resep yang hampir sama. Yang membedakan adalah bahan dasarnya keduanya. Ikan bungkus khas papua dibuat dari ikan laut dan daun talas sebagai bahan untuk membungkusnya. Bumbu khasnya rempah yang digunakan pun hanya garam untuk memberikan rasa asin dan untuk menghilangkan getah pada daun talas yang digunakan. Bahan dan bumbunya sedikit dan cara membuatnya pun sangat sederhana dan mudah. Dalam pembuatanya pertama bersihkan ikan kemudian dimasukkan kedalam daun talas dan ditutup. terakhir dibakar di atas api kecil hingga masak. 
smbr:caramakan
Salam 
Wisata Papua

0 komentar:

Posting Komentar